Pegagan (Centella asiatica (L.)
Urban) dimanfaatkan sebagai tanaman obat,
sayuran segar, lalapan atau dibuat jus. Pegagan telah lama dimanfaatkan sebagai
salah satu tanaman herbal yang telah banyak diteliti dan berkhasiat. Menurut
Dahono (2013) berbagai
penelitian ilmiah tentang khasiat pegagan telah dilaporkan diantaranya efek
antineoplastik, efek pelindung tukak lambung, menurunkan tekanan dinding
pembuluh, mempercepat penyembuhan luka, analgesik, antiinflamasi,
hepatoprotektor, peningkatan kecerdasan, antisporasis, anti agregasi platelet,
dan anti trombosis, mengobati lepra, mengobati
gangguan perut dan rematik. Menurut Kormin
(2005) Pegagan memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan
yang kuat dengan adanya kandungan polifenol yang tinggi. Menurut Pitella (2009) Pegagan juga dapat mencegah oksidatif yang ada pada beberapa
kelainan neuropaotologis termasuk stroke, Parkinson, dan Alzheimer serta dapat
memperbaiki keadaan neurological antioksidan yang berhubungan dengan penuaan.
Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan Yusran (2016) daun pegagan mampu menghambat
bakteri mycobacterium tuberculosis dan penghambatan optimum ekstrak
metanol daun pegagan terjadi pada konsentrasi 80% dan 100%. Berdasarkan
penelitian Vinay kumar dkk (2014) bahwa daun
pegagan mengandung senyawa bioaktif golongan triterpen yaitu asam asiatikosida,
asam madekasat dan asam madekasosida yang mana senyawa ini efektif dalam
menghambat pertumbuhan bakteri mycobacterium tuberculosis serta
dijelaskan dalam buku tentang pengobatan herbal (Winarto, 2009) bahwa daun
pegagan mampu mengobati penyakit tuberkulosis dengan mengkonsumsi secara
langsung. Menurut Lasmadiwati, dkk (2003) Pegagan berasa manis,
bersifat mendinginkan, berfungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah,
peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretik),
menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori,
antibakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida,
antialergi, dan stimulan. Selain itu juga, pegagan berfungsi meningkatkan perbaikan dan
penguatan sel-sel kulit, stimulasi pertumbuhan kuku, rambut dan jaringan
ikat. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang
berlebihan (menghambat terjadinya keloid). Manfaat pegagan
lainnya yaitu untuk pengobatan sariawan mulut (afthae), kusta (lepra), infeksi
saluran kencing, susah kencing, lever bengkak, mata merah bengkak, campak,
tekanan darah tinggi, penyakit kulit, sakit perut (maag), radang usus, batuk
asma dan bronkitis, peluruh air seni, obat kumur, borok atau luka, ambeien,
sakit kepala, menambah nafsu makan, amandel, cacingan, kesemutan. Pegagan juga
meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises dan salah urat,
meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh, serta menurunkan gejala
stress dan depresi. Penelitian Redita dkk
(2013) menunjukkan bahwa penggunaan formula gel ekstrak herba pegagan
dengan gelling agent carbopol 934 dapat mempercepat
penyembuhan luka bakar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar